Monday, June 7, 2010

Menjadi Ayah “Super”


Banyak anggapan mengatakan bahwa ibulah yang sangat berperan penting dalam pengasuhan anak. Padahal, pandangan itu bisa saja keliru.
Pasalnya, yang mengemban tanggung jawab pengasuhan tidak hanya ibu semata, tapi bersama sang ayah mereka “berduet” mengisi perannya sebagai orang tua.
Hubungan anak dengan ibu sudah terjalon saat si buah hati ada di dalam kandungan. Begitu eratnya emotional bonding si kecil dan ibunya bukan menjadi pesaing hunungan serupa dengan si ayah. Pasalnya, saat anak memiliki hubungan dengan ayahnya, adalah dasar untuk hubungan yang akan ia jalin dengan orang laon di masa mendatang.
Bahkan ada sebuah studi menyatakan 80 persen kaum pria yang telah menjadi ayah menganggap keluarga adalah penting dan lebih terlibat dalam hal pengasuhan anak.
Seperti informasi dari buku The Golden Rules to Raise Your Children,  karangan Dr. Alicia Christine, bagi anak perempuan, hubungan dengan ayahnya menjadi salah satu factor penting untuk kelak dapat menentukan jenis pria seperti apa yang akan menarik hatinyua. Dan di sisi lain bisa membantu menentukan jenis hubungan apa yang akan ia jalin. Dampak hubungan inilah yang akan terus tertanam di benaknya.
Lalu, bagaimana dengan anak laki-laki? Rasanya bagi mereka, menjalin hubungan dengan sang ayah menjadi factor paling penting untuk membentuk hubungan dan harapannya terhadap orang lain.
Intinya baik anak perempuan atau laki, kasih saying yang didapatkan mereka dari sang ayah dapat menjadi batu pijakan. Sebagai modal dasar untuk menjalin hubungan positif dengan orang lain di masa mendatang.
Oleh karena itu, para ayah jangan membuat tuntutan pekerjaan sebagai “kambing hitam” dalam pengasuhan anak. Kerjaan yang tiada henti, bukan berarti Anda tidak memiliki waktu untuk memberikan atensi bagi si kecil, bukan?
Sebagai pria dewasa, Anda bisa menjadi Ayah “super” terlebih bila sang istri pun mendukung penuh. Inilah beberapa kiat yang membantu Anda menjadi ayah yang dibanggakan buah hatinya:
·         Hindari konflik:
Berilah contoh pada si kecil bagaimana Anda menyayangi pasangan dengan tulus oleh karena itu hindari konflik dengan istri. Kendati konflik harus terjadi, hindari melakukannya di depan mata buat hati.
·         Belajar berempati dengan si kecil:
Dengan mendengarkan perasaan putera-puteri Anda saat mereka berkeluh, senang, atau dalam momen apapun, akan membuat si kecil akan merasa dihargai. Patut diingat, mendengarkan bukan berarti memanjakan.
·         Terlibatlah:
Sebisa mungkin Andaterlibat dalam kehidupan anak. Bisa dimulai dengan hal sederhana namun sarat makna, seperti menghadiri pentas seni yang diadakan sekolah putera puteri Anda, di mana mereka terlibat di dalamnya. Atau secara rutin, sempatkan memberikan cerita-cerita pengantar tidur setiap malam sambil menemani si kecil beranjak tidur.

No comments: